Bogor | Delikperkara – Lagi-lagi proyek peningkatan jalan hotmix yang disebut sebagai bagian dari program aspirasi dewan Fahrizal Asmi alias Ahong diduga jatuh kepada kontraktor yang tidak berkompeten dan kurang profesional dalam melaksanakan pembangunan. Minggu, (15/03/2026).
Proyek yang berada di Kampung Kadu Sangereng RT/03/ RW/01 Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang untuk sekian kalinya terindikasi buat ajang pemangkasan anggaran oleh kontraktor nakal.
Sehingga potensi kerugian yang ditimbulkan dari penyimpangan yang dilakukan ditafsir mencapai puluhan Juta Rupiah, mengapa demikian, karena mutu hotmix yang digunakan berkualitas rendah, selain itu, agregat dan jumlah tonase hotmix dikurangi dengan tujuan Mark Up anggaran.
Tentu saja kinerja dan Integritas Pengawas, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kecamatan Cikupa hingga dewan yang menunjuk kontraktor sebagai pengusung aspirasi harus dipertanyakan, bagaimana kecurangan itu dapat terjadi terus menerus, faktor utamanya ialah kurangnya monitoring dan koordinasi antara anggota DPRD serta pejabat Kecamatan dalam melakukan pengawasan.
Menanggapi hal itu, Aktivis Laskar Pasundan Indonesia (LPI) Provinsi Banten, Kepala Bidang Investigasi Saiful Anwar/Heri menilai bahwa kinerja satker Kecamatan Cikupa kurang maksimal, sehingga banyak sekali kontraktor yang berani berbuat curang, dan anggota dewan juga jangan asal tunjuk penyedia jasa, karena jika salah pilih dampaknya sangat luar biasa untuk masyarakat.
“Jangan asal tunjuk, karena kalau kontraktornya tidak profesional yang rugi masyarakat, tentunya nama dewan pengusung aspirasi juga akan tercoreng akibat pembangunan yang amburadul,” jelas Heri kepada Wartawan.
Sampai berita ini diterbitkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kecamatan Cikupa belum dikonfirmasi.
Pewarta : Yessi Editor : All Copyright © Delikperkara 2026

