Minggu, Februari 22, 2026
No menu items!
BerandaHukumTragis, Kontraktor Proyek di Bogor Kabur Bawa Uang Gaji — Pekerja dan...

Tragis, Kontraktor Proyek di Bogor Kabur Bawa Uang Gaji — Pekerja dan Pemilik Warung Jadi Korban

Bogor | Delikperkara — Nasib malang menimpa sejumlah pekerja bangunan asal Purwakarta dan Cirebon yang tengah mengadu nasib di Kota Bogor. Harapan mereka untuk mendapatkan upah setelah berminggu-minggu bekerja justru pupus, setelah sang Kontraktor proyek dikabarkan kabur membawa lari uang gajian para pekerja. Peristiwa ini terjadi di kawasan Desa Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Sabtu (2/11/2025).

Selama bekerja di proyek tersebut, para pekerja menggantungkan kebutuhan makan dan minum di warung milik Bu Omi yang terletak tak jauh dari lokasi proyek. Mereka membeli secara berutang, dengan janji akan melunasi setelah menerima gaji. Namun, kenyataan berkata lain — sang Kontraktor menghilang tanpa kabar, meninggalkan para pekerja dalam kondisi sulit.

Kini, para buruh bangunan itu tidak hanya kehilangan hak upah mereka, tetapi juga menanggung utang kepada pemilik warung. Beberapa dari mereka bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan makan harian dan tidak memiliki biaya untuk pulang ke kampung halaman.

Diduga oknum mandor
Doc. lintasupdate.co.id

“Kami sudah bekerja berminggu-minggu, tapi sampai sekarang belum dibayar. Kontraktor kabur bawa uang. Kami bingung harus makan apa, mau pulang pun tak punya ongkos,” ungkap salah seorang pekerja dengan nada pilu.

Bu Omi, pemilik warung yang turut menjadi korban, berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Ia menuturkan, para pekerja kini bergantung pada bantuan warga sekitar untuk sekadar bertahan hidup.

“Kasihan mereka, sudah kerja keras tapi malah ditinggal begitu saja. Saya juga rugi karena mereka belum bisa bayar utang makan,” ujarnya lirih.

Melalui media ini, para pekerja dan Bu Omi menyampaikan permohonan kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, agar dapat membantu menyelesaikan persoalan ini dan menelusuri keberadaan mandor yang membawa kabur uang mereka.

“Kami mohon bantuan dari Bapak Gubernur. Kami hanya ingin kejelasan dan hak kami dibayarkan. Kami ingin pulang dengan tenang,” tutur para pekerja.

Kasus ini menjadi cerminan getir nasib para buruh harian yang bekerja tanpa perlindungan hukum memadai. Mereka yang menggantungkan hidup dari proyek ke proyek sering kali menjadi korban kelalaian dan penipuan tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.

Pewarta : Red
Editor : All
Copyright © Delikperkara 2025
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!