Senin, April 20, 2026
No menu items!
BerandaHukumMENGERIKAN! Dugaan Perlindungan Oplosan Gas, Respons Lambat Aparat Picu Lokasi “Steril”

MENGERIKAN! Dugaan Perlindungan Oplosan Gas, Respons Lambat Aparat Picu Lokasi “Steril”

BOGOR | Delikperkara – Dugaan praktik ilegal pengoplosan gas LPG 3 kg kembali mencuat dan memicu sorotan serius publik. Kasus ini semakin mengundang tanda tanya setelah muncul indikasi adanya perlindungan terhadap aktivitas berbahaya tersebut, yang diduga berlangsung di lingkungan rumah seorang purnawirawan anggota kepolisian. Senin, (20/4/2026).

Berdasarkan hasil investigasi tim awak media, lokasi penyuntikan dan pengoplosan gas diketahui berada di sebuah rumah yang ditempati oleh mantan aparat penegak hukum. Saat dilakukan upaya konfirmasi langsung ke lokasi, pemilik rumah menolak keras kehadiran awak media dan tidak memberikan keterangan apa pun.

Lebih lanjut, seorang pelaku yang kini telah diamankan mengakui bahwa aktivitas ilegal tersebut merupakan miliknya dan dijalankan di lokasi tersebut.

Dalam rekaman percakapan yang dimiliki tim, pelaku secara terang-terangan menawarkan sejumlah uang kepada awak media agar kasus ini tidak diberitakan. Tawaran tersebut langsung ditolak karena bertentangan dengan prinsip independensi dan kode etik jurnalistik.

Sorotan tajam juga mengarah pada kinerja aparat setempat, khususnya jajaran Polsek setempat. Meski jarak antara kantor polisi dan lokasi kejadian relatif dekat, respons terhadap laporan masyarakat dinilai lambat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, meskipun pimpinan telah memberikan instruksi untuk segera melakukan tindakan, pelaksana di lapangan tidak bergerak cepat. Akibatnya, saat petugas tiba di lokasi beberapa jam kemudian, seluruh barang bukti utama telah hilang.

Di lokasi, hanya ditemukan sisa-sisa cairan es yang diduga digunakan dalam proses pengoplosan gas, mengindikasikan bahwa aktivitas tersebut baru saja berlangsung sebelum petugas datang.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pihak yang melindungi praktik ilegal tersebut. Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak transparan dan profesional, serta mengusut tuntas kemungkinan keterlibatan oknum dalam kasus ini.

Penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah praktik serupa terulang kembali.

Pewarta : Raffy
Editor : All
Copyright © Delikperkara 2026
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!